Subscribe:

Labels

Selasa, 06 Maret 2012

Cinta Segitiga

#First..



Pagi itu di kota Bandung . . .

            Kring . . . Kring . . .

Suara Jam beker telah berbunyi dengan suaranya yang cempreng. Tapi tetap aja aku nggak mau bangun. Ya iyalah nggak mau kan lagi enak – enak tidur. Tak lama Bi Ina masuk kamar ku dan langsung membangunkanku

“Aduh . . non Dian kok belum bangun sih? nanti telat bagaimana?” kata Bi Ina “Non . . Bangun Non . . udah pagi ini” aku merasa ada yang mengguncang – guncangkan tubuhku. Aku buka mataku. Sayup – sayup ku lihat Bi ina

“Duh, kenapa sih Bi? Huaaaam . .  Ganggu orang tidur aja, nanggung nih bi masih jam 4. Ntar jam 5 bibi bangunin lagi ya?” seru ku sambil kembali memeluk guling

Bi Ina menarik gulingku “aduh non Dian kok tidur lagi” ucapnya sambil memutar tubuhku ke arah nya. aku mengucek – ngucek mataku “Boro- boro jam 4 non?! Sekarang itu udah jam 6 kurang 10 non. .” ucapan bi Inah yang langsung mengagetkan ku

 “WHAT . .  JAM 6 KURANG 10?” ucapku sambil melihat jam beker ku “Bibi kenapa gak mbangunin dari tadi sih ini kan hari pertama ku sekolah. aku bisa telat nih bi.. Ahh . .” omelku sambil buru - buru berlari menuju kamar mandi. Sedagkan Bi Inah merapikan tempat tidurku.


Setelah mandi dan berpakaian, aku langsung turun ke bawah dengan tergesa – gesa. Aku memakai sepatuku sambil berjalan. Di meja makan aku menemui Andi, kakakku

“Ian, lo nggak makan dulu?” tanyanya

“Aduh, gue udah telat nih Ndi . . entar aja ya? Bye?” jawabku sambil melambaikan tangan.

Saat di jalan aku berharap – harap supaya gerbang belum di tutup. Soalnya kalau udah di tutup ya get out alias go to home. Setelah sampai di sekolah aku melihat gerbang belum di tutup. Untung gerbang belum di tutup, batinku. Aku segera berlari menuju kelasku.

“aduh . . kelas 10 – 5 sebelah mana sih? susah banget nyarinya” ucapku sambil clingak – clinguk di tengah lapangan.

Tiba – tiba dari arah belakangku ada yang berbicara “Yang Telat waib dan harus di hukum” ucapnya lantang. Duh . . siapa nih? , batinku lalu dengan sangat takut aku membalikan badan.  Ada 4 orang cowo yang ganteng dan cool. Kayanya sih mereka anak osis?!

“Eh . . e.. ada kaka osis!” ucapku malu – malu “pagi ka?” sapaku carmuk

“Pagi . .” jawab salah seorang dari mereka dengan jutek. mulutnya memakai behel dan memakai topi merah hitam.

“kenapa lo telat?” tanyanya dengan galak.

“Bangun kesiangan ka . .” ucapku kelapasan “eh . . e . . bukan – bukan. itu loh. . e. . apa itu namanya.. haduh . . itu loh..  anu . . ja. .  jalannya macet. . ia ka jalannya macet bukan bangun kesiangan . .” ujarku sekali lagi

“ahh udahlah kita nggak mau denger apa alasan lo. Mau lo macet kek, Bangun kesiangan kek, itu urusan lo . .” jawab salah satu kaka osis memakai kacamata.

“dan karena lo telat lo harus di kukum . .” sambung kaka osis yang pakai kacamata dan giginya berbehel. Semuanya menoleh ke arah kakak osis yang berkacamata & berbehel ini dengan tampang aneh “eh . .di hukum maksudnya” ucapnya membenarkan. Aku dan kaka osis yang lainnya sedikit tertawa

“ngapain lo ketawa nggak ada yang lucu” bentak kaka osis yang pipinya chubby dan berponi. Ih . . ganteng – ganteng kok galak, batinku saat mendengar kaka yang berponi itu membentakku “Siapa nama lo?” tanya nya

“Dian” jawabku singkat

“ok! dan karena lo telat, lo gue hukum; data semua anak yang awalannya sama kaya lo, D. Dan harus dapet 50 orang!” ucapnya galak

“Ha? 50 orang?” sentakku kaget “yang kaya gitu kan.. Arrgghh... Lo itu osis seharusnya bisa mikir dong. Lo itu kalo ngasih hukuman aneh banget sih?!” sambungku agak sedikit berani

“gue nggak mau tau pokoknya lo harus dapet 50 orang ngerti?” tanyanya

“Gak ngerti and gue gamau..?” tanyaku

“kalo lo nggak mau, toilet siap nunggu kok” jawab kaka osis yang berbehel dan bertopi merah hitam itu.

"Mending bersihin toilet daripada jalani kaya gitu.." balas ku

"Ok.. sekarang bersihin; Toilet murid cewe, Toilet murid cowo, Toilet Mushola, Toilet guru yg cewe, Toilet guru yang cowo, n Toilet staf.." Tegasnya. Aku kaget

"Haaah..??" Mulutku menganga..

"Pilih mana..??" tanyanya

“Hah.. e.. Huuuh . .” jawabku kesal sambil membalikan badan dan berjalan pergi. “itu orang gila semua apa ya? Huh.. dasar... ”  belum selesai ku menggerutu, tapi..

“nggak usah ngomel” teriak salah satu kaka yang ternyata mendengar omelanku. Aku langsung berlari.

Aku berkeliling di sekitar sekolah ku yang luas ini. aku mengitarinya dan bertanya seperti orang bodoh. “sapa nama lo?” atau mungkin “nama awalan lo I bukan?” itu yang ku ucapkan di setiap orang yang gue temuin. Dan akhirnya . .

“Bruuk . .” aku terjatuh (kaya judul lagu ya??) seketika. lalu aku tak ingat apa - apa hingga akhirnya..

Mataku terbuka.. Kulihat di sepanjang sudut. Ternyata aku ada di ruangan.. tapi entah apa itu.

"Dimana gue..??" Seruku lirih

"Lo udah sadar..?? Lo nggak papa?” tiba – tiba ada yang berkata begitu. Aku menolehkan kepalaku. Ha? Inikan salah satu kakak osis yang tadi?!, batinku “Woy??” teriaknya degan suaranya (jangan sampai sama kedipan matanya?!)

“Ngapain lo disini? Lo bukannya salah satu kakak osis yang tadi ya?” tanyaku sinis sambil berusaha bangun.. "Aww.." Rintihku sambil memegang kepala. Oh Iia, perlu kalian tau.. Kakiku terasa sakit

“gue disini? Nolongin lo.." Jawabnya "Sini gue bantu duduk.." Lalu dia membantu ku duduk. 

“Lo bukannya salah satu di antara kakak osis yang tadi ya?” tanya ku

“Iya . . kenapa emangnya” jawabnya “heran ya ngelihat orang seganteng gue?” tanyanya balik

“ganteng? Iih pd banget?? Mimpi kale” jawabku “enggak, gue heran. Kok lo baik? Beda dari yang lainnya?” jawabku yang kembali bertanya

“em . . entahlah? Emang dari dulu gue itu baik” ucapnya narsis “kenalin Gue Dicky” dia mengulurkan tangan (jangan sampai kaki).

“Bukannya lo udah kenal gue?” tanya ku

“iya. tapi kan lo belum kenal gue?!” jawabnya. Aku memperhatikan tangannya. “tenang aja lo nggak baklan gue apa – apain kok. Emang apa yang bisa gue taruh di tangan? Bom palestina? Nuklir?” ucapnya

“Dian” jawabku membalas uluran tangannya

“udah tau” balasnya

“Ye . . tadi katanya suruh ngenalin?” cibir ku

“hahaha iya . . iya . . Just Kidding Girl” balasnya "Oia.. Lo kenapa sih..?? Kok Pingsan??" tanyanya..

"Kaki gue sakit, terus kpala gue pusing.." Jawab ku

"Sakit..?? mananya yang sakit,,??" ucapnya sambil memegang kakiku

“Aw . . a..ahh.. sakit tau.. pelan - pelan dong” rintihku sambil memegang kaki ku

“I.. e.. maaf .. maaf.. gasengaja.." dia meminta maaf "Emangnya kenapa..?? Oia.. hukuma yg kita kasih tadi udah selesai..??" Tanyanya

“ehm.. belom,," Balasku sambil menggeleng

gini aja deh lo gue anterin ke Rangga & kalo bisa gue bantuin lo ngomong deh?!” usulnya

“Ng... nggak papa nih?” tanya ku ragu

“udah nggak papa yuk! Dari pada lo disini.. Yuk?!”

“em . . ya udah deh yuk” aku menyetujuinya.

"Sini gue bantu.." Katanya

"Pelan.. pelan.. Iia..??" Kami pun pergi menuju ke ketua osis yang songong tadi. Aku berjalan sambil di bantu Dicky. Kan kaki ku masih sakit?!

Setelah sampai di hadapan kakak osis tadi. . 

“Nih . .” seruku sambil memberikan selembar kertas itu ke kaka yang berponi tadi sambil duduk dan menyelonjorkan kakikku.

“dapet berapa say?” tanya kaka yang berbehel dan bertopi merah hitam sambil melontarkan senyum playboynya

“ngapain lo panggil gue say? Lo pikir gue cewe lo?” tanya ku berani

“iya kali . .” jawabnya

“ogah punya cowo kaya lo!” kataku mengejek

“dapet berapa adik kelasku yang bawel?!” tiba – tba kakak berkacamata angkat bicara

“25” jawab ku singkat

“25?” kaka yang berponi itu mengulang kata - kataku  sambil berdiri

“iya . .” jawab ku singkat

“Gue nyuruh lo bukan 25 tapi 50” sentaknya

“E.. tap.. Tapi e.. emang yang awalannya D cu.. cuman 25 orang ka terus . . ” aku belum menyelesaikan omonganku tiba – tiba . . .

“oh . . tidak bisa. Sekali 50 tetep 50. Kalo gitu . .” kaka berponi tadi terpotong omongannya karena . . .

“RANGGA DIEM AND DENGERIN GUE NGOMONG” seru Dicky tiba – tiba. Ouh . . namanya Rangga?!, batinku. Rangga menoleh dan menunggu penjelasan Dicky. Dicky menarik nafas panjang dan mulai menjelaskan “Dia Itu . .” belum selesai menjelaskan tiba – tiba . .

“Ah . . kelamaan!” sahut Rangga “Ok! kalo gitu sebagai hukuman.. lo harus.... "


*************

Apakah yang akan terjadi pada Dian? Hukuman apa yang akan di kasih sama Rangga buat Dian karena Dian hanya menulis 25 nama? Dan apakah Dicky akan membantu Dian? Tunggu Post dan Part selanjutnya..!!

*************

Dian



5 komentar:

Anonim mengatakan...

Wah.. keren.. next dong kak..

Anonim mengatakan...

Penasaran nih jadinya.. dihukum apa ya??

Dian Rizky mengatakan...

Iia.. Sabar Iia..?? Part selanjutnya tunggu aja.. besok atau kapan gitu.. OK??

Setia di Blog ini Iia..??

Anonim mengatakan...

koq gk ad lnjutan.a kak...???
pdhal udh qw tnggu2....

gideon abednego mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

Poskan Komentar